Setiap hari Allah SWT memberikan kepada kita berbagai nikmat yang tidak ternilai seperti kesehatan, waktu, rezeki, dan kesempatan. Namun, sering kali tanpa disadari kita menunda melakukan kebaikan dengan berbagai alasan.
“Nanti kalau rezeki sudah lebih lapang, saya akan bersedekah.”
“Nanti kalau pekerjaan sudah tidak terlalu sibuk, saya akan lebih banyak beribadah.”
“Nanti kalau keadaan sudah lebih baik, saya akan mulai berbagi.”
Kalimat-kalimat tersebut terdengar sederhana. Bahkan, mungkin pernah terucap oleh diri kita sendiri. Padahal, kata “nanti” sering kali membuat seseorang kehilangan begitu banyak kesempatan untuk mengumpulkan amal shalih.
Islam mengajarkan bahwa amal terbaik bukanlah amal yang terus direncanakan, melainkan amal yang segera diwujudkan ketika kesempatan itu masih ada.
Mengapa Kita Sering Menunda Berbuat Baik?
Menunda amal bukan selalu karena tidak mau berbuat baik. Justru banyak orang memiliki niat yang baik, tetapi terhalang oleh berbagai alasan.
Ada yang merasa belum cukup kaya untuk bersedekah.
Ada yang merasa masih terlalu sibuk untuk menghadiri majelis ilmu.
Ada pula yang berpikir bahwa usia masih panjang sehingga masih banyak waktu untuk memperbaiki diri.
Padahal, tidak ada satu pun manusia yang mengetahui berapa lama lagi Allah memberikan kesempatan hidup kepadanya.
Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an:
“Dan tidak seorang pun mengetahui apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak seorang pun mengetahui di bumi mana dia akan mati.”
(QS. Luqman: 34)
Ayat tersebut mengajarkan bahwa masa depan adalah rahasia Allah SWT. Kita boleh memiliki rencana, tetapi kita tidak pernah memiliki kepastian tentang waktu. Karena itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan hari ini sebagai kesempatan terbaik untuk memperbanyak amal.
Fastabiqul Khairat: Berlomba dalam Kebaikan
Allah SWT berfirman:
“Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”
(QS. Al-Baqarah: 148)
Ayat ini bukan sekadar mengajak kita untuk berbuat baik, tetapi juga mengajarkan agar kita bersegera dalam melakukannya. Para ulama menjelaskan bahwa perintah fastabiqul khairat mengandung makna tidak menunda amal saleh ketika kesempatan terbuka.
Sebab, umur manusia terbatas, sedangkan kesempatan beramal tidak selalu datang dua kali. Setiap hari yang Allah berikan adalah peluang untuk menambah bekal menuju akhirat.
Rasulullah SAW Mengingatkan Agar Tidak Menunda Amal
Rasulullah SAW bersabda:
“Bersegeralah kalian melakukan amal-amal saleh sebelum datang berbagai fitnah seperti potongan malam yang gelap…”
(HR. Muslim no. 118)
Hadits ini mengajarkan bahwa kehidupan manusia dapat berubah dalam waktu yang sangat singkat. Seseorang yang hari ini memiliki kesehatan, kelapangan rezeki, dan kesempatan beramal, belum tentu memiliki keadaan yang sama di masa mendatang. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk memanfaatkan setiap kesempatan yang Allah berikan sebelum datang kesibukan, musibah, sakit, atau bahkan kematian.
Amal Kecil Bisa Bernilai Besar
Salah satu alasan yang sering membuat seseorang menunda beramal adalah merasa belum memiliki rezeki yang cukup. Padahal, Islam tidak mengajarkan bahwa hanya orang kaya yang dapat berbagi. Rasulullah SAW justru mengajarkan bahwa amalan yang dilakukan secara ikhlas, memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT.
Kebaikan tidak selalu berbentuk sesuatu yang besar. Senyum yang tulus, membantu sesama, mendoakan saudara muslim, berbagi ilmu, hingga menyisihkan sebagian rezeki untuk mereka yang membutuhkan merupakan amal yang dicintai Allah apabila dilakukan dengan penuh keikhlasan. Yang Allah nilai bukan hanya besarnya pemberian, tetapi juga ketulusan hati ketika melakukannya.
Menunda Kebaikan Bisa Berujung Penyesalan
Setiap manusia tentu menginginkan akhir kehidupan yang baik. Namun, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan kesempatan beramal akan berakhir. Boleh jadi, amal kecil yang kita lakukan hari ini menjadi sebab datangnya keberkahan hidup. Boleh jadi pula, sedekah yang kita tunaikan hari ini menjadi sebab Allah mengangkat kesulitan yang sedang kita hadapi.
Sebaliknya, kebaikan yang terus kita tunda bisa menjadi kesempatan yang tidak pernah kembali. Oleh karena itu, jangan menunggu waktu yang dianggap sempurna untuk berbuat baik. Jadikan hari ini sebagai waktu terbaik untuk memulai.
Mari Mulai Hari Ini
Kita tidak pernah tahu apakah masih memiliki kesempatan esok hari. Namun, yang kita tahu adalah hari ini Allah masih memberikan kita kesempatan untuk berbuat baik. Maka jangan biarkan kesempatan itu berlalu. Karena bisa jadi, amal kecil yang kita lakukan hari ini lebih dicintai Allah daripada amal besar yang terus kita tunda.
Semoga Allah SWT menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersegera dalam kebaikan, menerima setiap amal yang kita lakukan, melapangkan rezeki kita, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh di surga-Nya. Aamiin.